Rabu, 22 Januari 2014

Waspadai Kaki Bengkok Pada Bayi

Mewaspadai kaki Bengkok pada bayi atau Anak

Sering terjadi dalam suatu keluarga dimana orang tua menyadari bahwa kaki buah hati tercintanya tampak bengkok. Kejadian ini bisa didapatkan sejak bayi  dilahirkan, bisa juga saat bayi / anak mulai belajar berjalan.

Istilah kaki bengkok merupakan istilah awam, dimana menggambarkan bahwa bentuk kaki sang bayi atau anak tampak tidak normal sebagaimana bayi/anak pada umumnya. Istilah kaki dalam hal ini bisa menyangkut bagian kaki secara keseluruhan mulai dari pangkal paha sampai telapak kaki, atau bisa juga dari lutut kebawah, bahkan hanya terbatas mulai pergelangan kaki kebawah.

Tergantung pada jenis dan gambaran kelainannya maka diagnosis kaki bengkok akan dibuat dan ditentukan solusi  penanganannya.

Terdapat 4 Jenis Kelainan Kaki Bengkok yang paling sering terjadi :

1. CTEV (Congenital Talipes Equino Varus ) / Club Foot.

Suatu kelainan kaki bengkok yang merupakan kelainan yang didapat sejak lahir. Gambarannya adalah bentuk telapak kaki yang menekuk keatas dan terpuntir kearah dalam. Kelainan ini bisa mengenai pada satu atau dua kaki. Bila dibiarkan sampai besar maka anak akan berjalan dengan bertapak pada sendi Ankle nya. CTEV merupakan kelainan kaki bengkok yang paling sering didapatkan. Banyak teori tentang penyebabnya, antara lain akibat kelainan kromosom, kelainan otot, kelainan saraf maupun kelainan perkembangan intra uterine (kandungan).

Penangannya harus sesegera mungkin dilakukan sejak bayi dilahirkan, berupa koreksi pasif pada kaki CTEV dengan menggunakan teknik  gips bertahap. Prinsipnya adalah memposisikan bentuk kaki ke keadaan normal, mempertahankan koreksi sampai keseimbangan otot dan jaringan tendon membaik /stabil, dan evaluasi jangka panjang untuk mencegah kembalinya posisi kaki membengkok.


Kelainan kaki CTEV juga harus ditentukan apakah kelainan tersebut bersifat fleksibel, dalam arti sendi2 yang terlibat masih mobile dan mudah diposisikan ke keadaan yang normal dan ada juga CTEV yang rigid / kaku dimana terjadi kekakuan yang berat pada sendi2 kaki yang terlibat sehingga koreksi bentuk lebih sulit dilakukan, dimana dipertimbangkan untuk dilakukan tindakan pembedahan setelah kondisi bayi/anak memungkinkan.


2. Kaki “ Toeing – In “ / terpuntir.


Merupakan kelainan bentuk kaki yang sering ditemukan pada anak yang mulai belajar berdiri dan berjalan. Gambarannya adalah bentuk talapak kaki yang terpuntir kearah dalam,  paha dan betis yang terpuntir kearah  depan dan sebelah dalam.

Kelainan ini biasanya simetris, anak sering terjatuh saat berjalan atau berlari karena lutut yang sering bersinggungan dan telapak kaki yang tidak menapak lurus kedepan sehingga sering tersandung. Anak juga bila duduk dilantai sering dengan posisi seperti huruf “ W “, dimana kedua kaki dan lutut terlipat kearah luar. Kelainan bentuk kaki Toeing – In biasanya membaik dengan sendirinya. Orang tua tidak perlu terlalu cemas. Tetapi bila sampai umur 2 tahun atau lebih masih tetap belum membaik bahkan sampai mengganggu gaya berjalannya maka diperlukan pemeriksaan yang seksama oleh dokter yang ahli. Pada kasus yang lebih berat maka diperlukan tindakan koreksi dengan menggunakan alat serupa palang / bar yang dikaitkan pada kaki kanan dan kiri untuk memposisikan kaki pada kondisi yang normal dan digunakan sampai kaki bertumbuh sesuai dengan bentuk yang normal. Alat koreksi ini adalah Denis Browne bar

3. Kaki “ Knock – Knee” atau  kaki “ X “


Adalah bentuk kaki bengkok pada anak dengan gambaran kedua lutut yang menekuk kedalam dan sampai bersinggungan, telapak kaki justru saling menjauh dari sumbu tegak lurus tubuh.  Orang awam sering menyebutkan sebagai kaki bentuk “ X “.  Anak sering berjalan dengan telapak kaki di putar kearah luar untuk menghindari lutut bersinggungan, gaya berjalan tampak aneh (kepleh), dan anak sering mengeluh nyeri pada betis atau paha akibat otot yang terpuntir saat berjalan.

Penanganan ditentukan oleh berat ringannya deformitas (kecacatan). Bila masih ringan biasanya akan membaik dengan sendirinya. Aplikasi tindakan fisioterapi berupa teknik manipulasi dan masase terapi akan memberikan hasil yang cukup memuaskan.

Terapi pembedahan dilakukan pada anak dengan problem rotasi yang berat dan menetap. Diperlukan pemantauan beberapa tahun untuk memutuskan dengan yakin bahwa penanganan deformitas yang sudah dilakukan tidak memberikan perbaikan yang signifikan.

4. Kaki Bow Legs / Kaki “ O “


kelainan tungkai pada anak bisa terjadi antara lain karena posisi janin dalam rahim maupun pola kebiasaan sikap tubuh dalam kehidupan sehari-hari si anak. Janin berumur lanjut yang berada dalam rahim sempit, kemungkinan akan mengalami pelengkungan tungkai. Akibatnya, putaran dan sudut kemiringan pada tulang panjang tidak vertikal dan akan membentuk tungkai janin berbentuk huruf "0".
macam kaki bengkok pada anak-anak bayi, penyebab kaki tungkai bayi bengkok

Kelainan tungkai "0" - posisi kedua tumit saling mendekat, sementara lutut saling menjauh - cenderung terjadi pada anak laki-laki, sedangkan bentuk "X" pada anak perempuan. Perbedaan itu dikarenakan kondisi pertumbuhan bentuk panggul anak perempuan yang akan lebih besar daripada anak laki-laki. Kaki “O” bila ringan biasanya disebabkan akibat proses pembentukan dan pertumbuhan tulang tibia / tulang kering yang tertekuk kearah dalam pada janin. Pada beberapa kasus kaki “O” merupakan kelainan keturunan atau kromosom. Kaki “O” memang tidak terlalu mengganggu proses berjalan anak tetapi justru memberikan gangguan secara estetika. Bila gambaran bengkok tidak terlalu ekstrim biasanya kaki akan tumbuh menjadi lurus kembali dalam jangka waktu sekitar 3 tahun.

Tips Mewaspadai Tanda Kelainan bentuk Kaki pada anak.

1. Saat bayi lahir tampak bentuk telapak kaki atau tungkai bawah secara keseluruhan tidak normal atau tidak sama dengan bayi pada umumnya.

2. Sendi sendi kaki tampak sangat lentur dan bisa bergerak melebihi batas yang normal pada bayi / anak.

3. Betis terlihat sangat membengkok ke dalam atau keluar.

4. Bila kedua kaki diluruskan, tampak tidak segaris dengan sendi panggul, atau tampak ke dua lutut saling menempel sementara telapak kaki saling menjauh, seperti huruf “ X “.

5. Bila kedua kaki di luruskan tampak lutut saling menjauh dan telapak kaki saling menempel / seperti huruf “ O “.

6. Anak lebih suka duduk dilantai dengan lutut dan betis menekuk kearah luar, seperti huruf “W”.

7. Anak terlambat berjalan.

8. Anak sering terjatuh atau kaki “kesrimpung”.

9. Anak berjalan mengangkang atau kaki menggunting.

 10. Anak sering mengeluh pegal-pegal di otot betis atau paha.

Segeralah periksakan anak / bayi anda ke dokter spesialis Anak, spesialis Orthopedi atau spesialis Rehabilitasi Medik untuk memastikan adanya kelainan dan menentukan solusi penanganannya.



0 komentar: