Minggu, 30 Maret 2014

Inilah wajah Bumi dilihat dari angkasa pada malam hari

Bumi acapkali disebut Planet Biru karena citranya yang tampak biru saat diambil pada siang hari. Tapi, apakah Bumi juga biru pada malam hari?

Citra terbaru yang dirilis National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) menunjukkan bahwa setelah Matahari tenggelam, bila dilihat dari antariksa, Bumi lebih menyerupai kelereng hitam dengan hiasan glitter keemasan.

Citra yang diambil dengan instrumen di satelit Suomi NPP tersebut dirilis di ajang American Geophysical Union yang diadakan di San Francisco, Selasa (4/12/2012).

"Untuk alasan yang sama dengan kita harus melihat Bumi di siang hari, kita juga harus melihat Bumi pada malam hari. Tak seperti manusia, Bumi tak pernah tidur," kata Steve Miller dari NOAA seperti dikutip Space, Rabu (5/12/2012).

bumi pada malam hari
Sungai Nil di lihat pada malam hari

Instrumen yang digunakan untuk menghasilkan citra Bumi kali ini disebut Visible Infrared Imaging Radiometer Suite (VIIRS). Instrumen ini sebenarnya berfungsi menangkap data awan, salju, dan formasi es di malam hari.

VIIRS begitu sensitif sehingga cahaya yang dihasilkan oleh lampu-lampu di muka Bumi pun terlihat. Tampak Sungai Nil diterangi oleh cahaya, begitu pula wilayah pantai timur Amerika Serikat.

Citra juga memperlihatkan cahaya yang berasal dari Bulan, aurora, dan api alami. Cahaya itulah yang membuat Bumi kerlap-kerlip seperti berhias glitter emas.

Jumat, 28 Maret 2014

Cara Agar Anak Mau Mengerjakan PR

agar anak rajin mengerjakan PRButuh waktu berjam-jam setiap hari untuk meminta anak membuat pekerjaan rumahnya? Anda tidak sendiri, karena banyak orangtua mengalami kesulitan yang sama.

"Setiap keluarga punya keluhan berbeda, tapi intinya tetap sama. Mulai dari anak yang menolak membuat PR, mau mengerjakan tapi tidak pernah selesai, ada yang mengerjakan asal-asalan lalu tidak dibawa ke sekolah esok harinya," kata Drew Edwards, Profesor Psikologi dari Wake Forest University.

Beruntunglah para orangtua yang menyekolahkan anak di sekolah yang memiliki sistem pemberian buku tugas, sehingga Anda bisa dengan mudah memeriksa apa saja yang perlu dikerjakan oleh anak. Sementara jika anak tidak memiliki buku tugas dari sekolah, sebaiknya minta anak untuk membuatnya, anjur Edwards yang juga penulis How to Handle a Hard-to-Handle Kid.

Sementara untuk mendorong anak untuk memiliki kesadaran mengerjakan PR-nya setiap hari, Edwards menyarankan beberapa hal berikut:
  • Tempat yang tepat. Tidak harus di kamar belajar khusus, namun cari tempat yang nyaman untuk anak. Sebagian anak suka mengerjakan PR-nya bersama dengan saudaranya, tapi ada juga yang lebih suka sendirian agar bisa berkonsentrasi. Ajak anak mencoba beberapa spot di rumah hingga dia menemukan tempat belajar paling tepat. Tapi yang jelas, bukan di depan televisi, ya.
  • Waktu yang pas. Apakah segera setelah mereka pulang sekolah? Atau sebelum makan malam? Atau sesudah makan malam? Anda bisa mencoba salah satu waktu dan menerapkannya selama dua minggu. Jika tidak berhasil, coba waktu yang lain dan jalankan selama dua minggu berikutnya.
  • Temukan cara untuk mengawalinya. Apakah anak lebih suka mengerjakan PR yang sulit dulu, atau yang mudah? Edwards menyarankan agar Anda menawarkan beberapa pilihan, kemudian anak memutuskan mana yang mereka sukai.
  • Mintalah anak fokus. Singkirkan buku-buku atau benda lain yang bisa mengganggu konsentrasi, ketika anak sedang mengerjakan PR-nya. "Tumpukan buku bisa membuat anak jadi tidak bisa berfokus pada PR yang sedang dikerjakan," kata Edwards.
  • Carilah pola pengawasan yang sesuai. Idealnya, Anda perlu mengawasi anak saat belajar. Coba teliti sejauh mana pengawasan yang diperlukan oleh anak. Apakah Anda butuh membagi-bagi waktu belajarnya menjadi beberapa sesi yang diselingi waktu istirahat, atau dia sanggup untuk belajar beberapa jam tanpa henti?

sumber: kompas.com

Selasa, 25 Maret 2014

MH370 Tersesat?

 Sabtu petang, 22 Maret 2014, konferensi pers harian Menteri Pertahanan Malaysia sekaligus Plt Menteri Transportasi,  Hishammuddin Hussein terkait perkembangan pencarian MH370, diinterupsi di tengah jalan. Pak Menteri menerima selembar kertas berisi informasi penting: satelit China, Gaofen-1, menemukan objek berukuran 22,5 x 13 meter yang diduga terkait dengan pencarian kapal terbang yang hilang. Ia menjadi orang pertama yang mengumumkannya pada dunia.
Lokasi sejumlah objek mencurigakan berada di sepanjang koridor selatan yang diduga dilalui Malaysia Airlines MH370. Temuan anyar itu berjarak 120 km dari temuan dua objek --yang terbesar sepanjang 24 meter -- yang ditangkap satelit WorldView-2 milik perusahaan asal Colorado, AS DigitalGlobe pada 16 Maret 2014.

Perdana Menteri Australia, Tony Abbott menganggap temuan China ‘makin memperkuat harapan’. Namun, orang nomor satu di Negeri Kanguru itu cepat-cepat menambahkan, tugas untuk menentukan lokasi obyek tersebut sangat sulit. Bisa jadi itu ternyata tak terkait dengan pencarian MH370. “Mungkin itu hanya kontainer yang jatuh dari kapal,” kata Abbott di sela kunjungannya di Papua Nugini. “Kita sama sekali tak tahu.”

Jumat hingga Sabtu lalu, pesawat, armada laut, dan kapal niaga yang dikirim ke lokasi pulang dengan tangan hampa. Tak menemukan apapun.  Faktor cuaca jadi hambatan. Topan Gillian yang kini berada di Pulau Christmas bisa membesar hingga area pencarian. Benda yang ditangkap satelit bisa jadi sudah tersapu arus atau karam di kedalaman hingga 5 kilometer di dasar laut.

Peter Marosszeky, ahli penerbangan dari University of New South Wales mengatakan, objek tersebut bisa jadi adalah sayap. Bagian pesawat itu bisa tetap terapung selama berminggu-minggu. Asalkan tangki bahan bakar dalam kondisi kosong dan tidak dimasuki air.


Sementara, mantan direktur penyelidikan Badan Administrasi Penerbangan AS atau US Federal Aviation Administration, Steve Wallace mengatakan, potongan puing-puing ringan, seperti jaket dan bantal kursi , bisa timbul dan mengapung selama berhari-hari setelah pesawat jatuh ke air.

Masalahnya, lautan kita penuh dengan sampah, secara harfiah. Masih mending mencari jarum di tumpukan jerami. “Ini mencari satu jarum di pabrik jarum,” kata ilmuwan senior Conservation International M. Sanjayan seperti dimuat CNN. Pasti sulit mencari puing MH370 di antara miliaran sampah.

Namun, secercah harap muncul kembali pada Minggu 23 Maret 2014. PM Australia mengatakan, pesawat pencari melihat puing-puing tak dikenal, termasuk palet kayu di situs pencarian di Samudera Hindia.  “Namun, masih terlalu dini untuk memastikannya (sebagai MH370),” kata PM Abbott.

Di hari yang sama,giliran satelit Prancis yang menangkap objek potensial diduga puing-puing pesawat Malaysia Airlines MH370 di Samudera Hindia. Klop dengan dua temuan sebelumnya. “Malaysia menerima gambar satelit terbaru dari Prancis. Gambar tersebut merupakan objek potensial di Koridor Selatan,” demikian pernyataan Kementerian Transportasi Malaysia, seperti dimuat Reuters, Minggu petang.

Menjadi ‘Zombie’?
“All right, good night” … kata-kata penghabisan dari MH370 ternyata tak berdiri sendiri. Belakangan terungkap dugaan komunikasi 54 menit terakhir dengan kapal terbang yang dipiloti Zaharie Ahmad Shah (53) dan kopilot Fariq Abdul Hamid (27). Dari pukul 00.36 sampai 01.19, Sabtu 8 Maret 2014.
Sebuah komunikasi rutin antara pengendali lalu lintas udara (ATC) dengan pilot. Pihak Malaysia menyebut, data itu tak valid. Tapi, mungkin ada petunjuk di sana…

Pada 20 menit pertama, pembicaraan berlangsung normal. ATC memberikan izin pada pesawat untuk naik ke ketinggian jelajah 25.000 kaki dan kemudian 35.000 kaki.

Berdasarkan transkrip yang diungkap Telegraph, ada kejanggalan pada pukul 01.07. Saat seseorang di kokpit mengatakan, “MH370 remaining in flight altitude 350.” Bahwa MH370 masih berada di ketinggian 35 ribu kaki – informasi yang tak perlu disampaikan karena telah diucapkan 6 menit sebelumnya. Sama persis. 


Mantan pilot  British Airways , Stephen Buzdygan mengatakan, bisa jadi itu adalah pesan tersirat bahwa ada yang tak biasa dengan pesawat: disabotase atau dibajak. Lalu kapal terbang itu dibelokkan ke barat. Meski suara yang diduga sang kopilot terdengar tenang. Sama sekali tak panik, tak ada keributan di kokpit.

Pendapat berbeda diutarakan pengamat penerbangan Clive Irving seperti dimuat di situs The Daily Beast. Bisa jadi setelah pembicaraan itu, ada kejadian darurat yang mengakibatkan kerusakan pusat elektronik MH370. ‘Otak’ pesawat telah mati, tapi tidak pada fisiknya.

“Secara fisik ia mampu terbang selama berjam-jam dengan autopilot sampai kehabisan bahan bakar," tulis Irving, seperti Liputan6.com kutip dari Daily Beast. Menjadi pesawat ‘zombie’.

’Zombie’ atau istilah yang lebih dikenal dengan ‘pesawat hantu’ merujuk pada kondisi pesawat  di mana semua orang di dalamnya -- pilot, kru, dan dan penumpang -- hilang kesadaran atau meninggal dunia karena hilangnya tekanan udara, ledakan, asap, atau uap beracun.

Jika dugaan ini benar, pesawat Malaysia itu bisa jadi mengalami insiden yang membuat semua orang di dalamnya tak sadar, lalu terus terbang secara autopilot hingga kehabisan bahan bakar.

Sejarah mencatat, insiden serupa pernah terjadi sebelumnya. Meski jarang. Salah satunya, pada 1999 lalu, sebuah jet Lear carteran yang membawa pegolf profesional Payne Stewart dan 4 orang lainnya jatuh di sebuah lapangan South Dakota -- setelah terbang sendiri selama empat jam. Pesawat itu terus mengudara sementara semua manusia yang ada di sana telah kehilangan nyawa. Setelah kehabisan bahan bakar ia lalu jatuh .

“Bisa jadi pada beberapa menit pertama dalam kondisi darurat, pilot mengubah arah untuk mencari bandara darurat,” demikian analisa Clive Irving terkait penerbangan MH370.  Dan lokasi Samudera Hindia cocok dengan perhitungan daya jelajah MH370, berdasarkan perkiraan bahan bakar yang tersisa.
Terbakar atau Meledak?
Hipotesis itu didukung dengan terkuaknya muatan kargo MH370 berupa baterai lithium-ion. Hal itu diakui CEO Malaysia Airlines Ahmad Jauhari Yahya, meski tak merinci jumlahnya.
Baterai Lithium-ion yang biasa digunakan dalam laptop dan ponsel, diketahui bisa meledak, meski itu jarang terjadi. Pada tahun 2010, kecelakaan fatal menimpa pesawat kargo UPS di Dubai. Lithium-ion yang digunakan untuk komponen daya pada Boeing 787 dianggap sebagai pemicu kebakaran di kapal terbang itu.
Namun, kata Ahmad, pihaknya kerap mengangkut kargo sejenis. “Itu tidak dianggap sebagai barang berbahaya ... dan dikemas seperti yang direkomendasikan oleh Organisasi Penerbangan Sipil Internasional,” kata si Bos. Lagipula bukan baterei besar, tambah dia, kecil-kecil.

Namun, bagian keamanan dan keselamatan U S Federal Aviation Administration dalam situsnya mengatakan, baterai lithium-ion  yang diproduksi di Malaysia, Taiwan, dan Jepang “mudah terbakar dan dalam kondisi panas bisa melepaskan energi yang tersimpan di dalamnya.”


Soal dugaan pesawat celaka di langit juga diungkap Presiden RI ke-3 BJ Habibie yang ngerti betul soal kapal terbang. Ia yakin MH370 meledak di udara di atas ketinggian 33 ribu kaki dari permukaan laut. Penyebabnya mungkin karena kebocoran tangki bahan bakar di sayap pesawat. “Saya tidak bisa katakan apakah disebabkan dari sayap atau mesin pesawat karena kasihan pada pihak yang membuat komponen tersebut,” ujar Habibie.

Sementara, Presiden Direktur CSE Aviation, sebuah perusahaan konsultan penerbangan, Edwin Soedarmo bahkan menilai kasus hilangnya MH370 ini sebagai “special case”, kasus istimewa.

"Dalam era modern ini, kalau deteksi puing mudah, tapi kalau 13 hari ditelan bumi padahal pencarian dibantu 26 negara, ini memang special case," kata Edwin saat diwawancara Liputan6.com, Kamis 20 Maret 2014.

Anehnya lagi, kenapa sampai MH370 yang seharusnya menempuh rute KL-Beijing bisa tersesat ke Australia.  “Yang lucu juga, itu mau ke Beijing tapi bisa ada sisa-sisa di Perth. Ini 1.001 macam kemungkinan,” kata dia. “Kalau dikuasai pembajak mestinya sudah minta ini sesuatu, pokoknya ini lucu. Hilang ditelan Bumi.”

Investigator senior Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Mardjono berpendapat, dari sejumlah dugaan, yang paling mungkin adalah pesawat dibelokkan ke luar jalur oleh orang yang mengerti cara menerbangkannya. Dugaan itu diperkuat fakta bahwa pesawat terlacak terbang setelah dinyatakan hilang kontak. “Diotak-atik orang yang ngerti cara menerbangkan pesawat itu. Bukan rusak (pesawatnya). Kalau rusak terbangnya nggak seperti itu, pasti belok-belok terbangnya,” tegas dia.

Yang jelas, raibnya MH370, bukan salah Indonesia – tak seperti tuduhan yang dimuat Utusan Malaysia yang mengutip situs konspirasi, Cabal Times. Disebut MH370 terbang ke pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Pulau Diego Gracia di Samudera Hindia. Katanya, radar Indonesia sudah pasti mengetahui keberadaan pesawat tersebut. Namun karena memiliki perjanjian kerja sama rahasia dengan AS, memilih diam.
Apa yang sesungguhnya terjadi pada MH370? Misteri itu bisa dijawab lewat kotak hitam dan perekam suara kokpit dan cockpit voice recorder (CVR). Tapi, tak mudah mendapatkannya. Bahkan jika puing telah ditemukan.

Fakta ini mungkin bisa jadi rujukan: pada 1 Juni 2009, Air France AF447 hilang saat mengudara dari Rio de Janeiro di Brasil ke Paris, Prancis. Puing A330 Airbus ditemukan mengambang di permukaan Atlantik 5 hari kemudian. Segala upaya dilakukan untuk menemukan bangkai pesawat, tapi sia-sia.

Butuh dua tahun untuk menemukan dan mengangkat bagian terbesar pesawat dan 104 jasad di dalamnya pada Mei 2011. Pencarian AF447 makan proses panjang. Salah satunya dengan melibatkan para ahli matematika.
Bagaimana metode matematika bisa menemukan pesawat yang hilang? Otoritas investigasi kecelakaan penerbangan Prancis, BEA, mengumpulkan sekelompok ahli statistik di AS yang memiliki keahlian dalam mencari benda yang hilang di laut. Analis Senior Colleen Keller lalu terbang ke Prancis untuk membantu.

Keller dan timnya dari Metron Inc di Virginia menggunakan Teorema Bayes, yang dicetuskan pendeta sekaligus matematikawan dari Abad ke-18, Thomas Bayes. Dalam tulisannya yang diterbitkan tahun 1763 -- 3 tahun setelah kematiannya, Bayes memperkenalkan sebuah versi dari persamaan beberapa probabilitas. Persamaan sederhana ini bisa memecahkan banyak permasalahan dalam teori peluang. Perkiraan probabilitas Bayesian hingga kini digunakan di seluruh dunia, dibuat dalam versi perangkat lunak, untuk memperkirakan apapun termasuk pasar uang dan cuaca.


Dalam kasus Air France, para ahli yakin bahwa pesawat jatuh dalam jarak 40 mil dari radius lokasi terakhir ‘ping’. Peta probabilitas yang dibuat Keller merujuk pada lokasi yang lebih sempit. Tim pencari pun dikerahkan. Namun gagal. Apakah itu berarti statistik tak ada gunanya? Tunggu dulu!

Beberapa bulan kemudian, Keller dan timnya mengubah salah satu asumsi mereka, dan memasukkan data historis yang menunjukkan bahwa setelah terjadi kecelakaan, kotak hitam akan memancarkan sinyal --setidaknya dalam 90 % kasus kecelakaan. Sinyal tak ditangkap tim pencari. Maka disimpulkan, pesawat tak ada di area itu.

Kemudian, para ahli dari Metron mengadaptasi model mereka ke skrenario lain -- yang lalu menghasilkan probablilitas tertinggi. Sekali lagi, tim SAR dikirim -- kali ini mereka menemukan bangkai kapal terbang.
Misteri kecelakaan AF447 pun berakhir. Kotak hitam dan VCR menunjukkan pilot salah membaca kecepatan, keliru merespons, dan kehilangan kendali atas pesawat.

“Seperti sebuah keajaiban bisa menemukannya. Untungnya puing berada di area berpasir di dasar laut. Ada beberapa wilayah Samudera yang seperti Himalaya -- dalam terminologi gunung, tebing, dan lembah,” kata Keller seperti dikutip dari BBC.

Jika sampai terjebak ke 3 wilayah itu, ”Mungkin AF 447 tak pernah bisa ditemukan,” kata ilmuwan perempuan tersebut.

Lalu, bagaimana dengan nasib MH370? Keller tak bisa memastikan pesawat itu bisa ditemukan. “Orang bertanya-tanya, bagaimana bisa sebuah Boeing 777 menghilang begitu saja. Tapi, jika benar tak ada petunjuk, mungkin ia berada di dasar Samudera Hindia dan kita tak akan menemukannya.”

Dengan asumsi bahwa MH370 jatuh, akan lebih baik jika bagian pesawat lebih cepat ditemukan. “Jika ditemukan lebih cepat puing itu akan memberi kita petunjuk di mana badan pesawat berada,” kata Keller. “Namun, sudah terlampau lama sejak kapal terbang itu diduga celaka. Aku tak merasa keberadaan puing -- jika ditemukan -- bakal banyak membantu.”


Kesulitan menemukan MH370, Menhan Malaysia Hishammuddin Hussein mengangkat telepon. Bukan menghubungi paranormal, melainkan markas Departemen Pertahanan AS di Pentagon. Bicara dengan Menhan AS Chuck Hagel.

“Meminta agar AS mempertimbangkan menyediakan beberapa peralatan pencari bawah laut,” kata juru bicara Pentagon Laksamana John Kirby.

Malaysia meminjam alat yang dikenal dengan sebutan “pinger locator hydrophone”. Angkatan Laut AS diketahui memiliki sistem yang disebut “Towed Pinger Locator”, sebuah alat pendengar bawah air yang ditarik di belakang kapal. Biasa digunakan Angkatan Laut untuk mencari pesawat komersial jatuh, karena bisa mendeteksi sinyal pada kedalaman hingga 20.000 kaki (6.000 meter). Demikian seperti diuraikan dalam situs Angkatan Laut AS.

Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) tak mau ketinggalan. Pemimpinnya, Charles Bolden mengatakan, pihaknya akan memanen data dari satelit untuk mendapatkan gambar terbaru yang mungkin bisa membantu pencarian.

Ke mana dan bagaimana pencarian dilakukan, yang paling tersiksa batinnya adalah keluarga korban. Seperti yang dirasakan Wang Zheng. Kesabarannya nyaris habis.

“Tantangan terbesar adalah mengatasi gejolak emosi yang sudah saya alami. Tak bisa makan, tak bisa tidur. Saya memimpikan kedua orang tua saya setiap hari,” kata dia seperti dimuat The Globe and Mail. Ayahnya, Wang Xiong Linshi dan sang ibu, Yunmin adalah penumpang MH370.

Dalam pertemuan dengan para pejabat Malaysia Jumat lalu, anggota keluarga korban meluapkan kemarahannya. Sampai-sampai para petinggi negeri jiran harus dievakuasi polisi. “Kami merasa dikumpulkan, dikurung dalam kegelapan, dan dibohongi oleh pemerintah Malaysia,” kata salah satu dari mereka.


(Elin Yunita Kristanti)

Rabu, 19 Maret 2014

Kota Kuno Petra Dibangun Sejajar Matahari

Sebuah bangunan peradaban kuno berupa kota yang dipahat di batu, Petra yang terkenal itu, dibuat sedemikian  sehingga Matahari akan menerangi tempat-tempat

Petra, kota metropolis raksasa berisi makam, monumen, dan tatanan keagamaan rumit lainnya diukir di tebing batu, merupakan ibukota kerajaan Nabatea. Budaya  Timur Tengah yang masih sedikit dipahami ini menguasai sebagian besar daerah Yordania modern dari abad ke-3 SM sampai abad I Masehi

Para pedagang rempah-rempah makmur menyembah Matahari, di antara dewa lainnya, dan mungkin telah menekankan pentingnya khatulistiwa (titik Matahari yang membagi siang dan malam sama panjang), titik balik Matahari, dan peristiwa astronomi lainnya yang ditentukan oleh bagaimana Matahari bergerak melintasi langit.

Titik balik Matahari, misalnya, adalah hasil dari poros utara-selatan Bumi yang relatif miring 23,5 derajat terhadap bidang tata surya kita. Kemiringan inilah penyebab perbedaan jumlah sinar Matahari yang mencapai berbagai wilayah planet Bumi selama setahun mengelilingi Matahari .

Sekarang, analisis statistik yang diterbitkan dalam Nexus Network Journal mengungkapkan, bahwa fenomena surgawi cenderung mempengaruhi bagaimana Nabatea menciptakan tatanan di Petra, kata dalam bahasa Yunani yang berarti batu karang.

"Bagian depan Petra tidak hanya cantik, tetapi juga menunjukkan sesuatu yang lain," kata ketua tim peneliti Juan Antonio Belmonte, astronom purbakala dari Institute of Astrophysics of the Canary Islands (IAC).





Petra, si kota batu karang dirancang sedemikian agar terus tertimpa Matahari seperti dikuduskan oleh langit.
yordania,tanah palestina,petra,pemuja matahari,archaeoastronomer astronom purbakala,kerajaan nabatea,khatulistiwaKedudukan Matahari selama titik balik Matahari musim dingin menerangi altar suci di Biara. Foto: Juan Anntonio Belmonte, Ph.D.
Juan Antonio Belmonte, astronom purbakala dari Institute of Astrophysics of the Canary Islands (IAC)  dan rekan-rekannya mengukur arah ruang monumen besar, kuil, dan makam keramat dan membandingkan pengukuran dengan bagaimana tatanan Petra selaras dengan kedudukan Matahari di cakrawala.
Karena kedudukan yang berubah sangat lambat dari waktu ke waktu, jumlah perubahan antara abad 1 SM dan hari ini, kecil. Jadi yang Belmonte dan timnya lihat sangat dekat dengan yang telah diamati bangsa Nabatea.
Hasil penelitian mereka menunjukkan, bahwa selama waktu tertentu dalam setahun, seperti titik balik Matahari musim dingin, Matahari akan menyorot atau selarasdengan beberapa bangunan yang paling penting di kota ini.
Meskipun tim mengandalkan statistik untuk memastikan arah Matahari dengan monumen, bangsa Nabatea tidak perlu harus mengetahui struktur secara matematis. Mereka bisa membangun sejajar dengan Matahari hanya dengan mengamati Matahari terbit dan terbenam selama waktu-waktu penting setahun.
Salah satu penemuan Belmonte yang paling menarik adalah terkait dengan titik balik Matahari musim dingin. Bangsa Nabatea mungkin percaya ada hubungannya dengan kelahiran dewa utama mereka, Dushara.
Selama titik balik Matahari musim dingin di Petra, Matahari terbenam menciptakan pendar cahaya dan bayangan di sekitar altar suci di dalam monumen yang dikenal sebagai Ad Deir, atau Biara, tempat bangsa Nabatea mungkin mengadakan perayaan keagamaan.
"Ini hal yang sama seperti terlihat di gereja-gereja umat Kristiani ketika sinar Matahari menerangi altar istimewa," kata Belmonte.
Fakta bahwa terpaan sinar ini hanya terjadi seminggu sebelum dan seminggu setelah titik balik Matahari musim dingin menunjukkan, bahwa "kesejajaran terlambang dengan Matahari terbenam di titik balik Matahari musim dingin itu masuk akal."
"Ini menunjukkan kita tidak melihat sebuah observatorium kuno, tetapi arsitektur yang sebagian dihidupkan dan dikuduskan oleh langit," kata Krupp.
Penelitian ini mengacu pada "tradisi menggunakan statistik untuk menentukan arah astronomi," kata astronom dan antropolog Anthony F Aveni. "Analisis dan pengukurannya pas," ungkap profesor di Colgate University di Hamilton, New York ini.

 Sulit untuk membuktikan, bahwa bangsa Nabatea sengaja membangun Petra, kota mereka dengan membayangkan langit, catat EC Krupp, direktur Observatorium Griffith di Los Angeles. Dalam satu hal, pengetahuan tentang tradisi dan ideologi Nabatea terbatas, terutama karena budaya mereka meninggalkan sangat sedikit dokumen tertulis.

Terlebih lagi, "tidak ada contoh lain yang terkait yang dapat digunakan untuk perbandingan," kata Krupp .

Ketua tim peneliti Juan Antonio Belmonte, astronom purbakala dari Institute of Astrophysics of the Canary Islands (IAC) berharap ada pembanding. Menyebut, bahwa kota Hegra  atau Mada'in Saleh yang kini masuk wilayah Arab Saudi "akan menjadi laboratorium luar biasa untuk menguji penemuan kami."

Menurut Aveni, jenis penelitian ini dapat membantu dalam mengartikan budaya lain yang tidak memiliki sejarah tertulis, seperti Inca atau budaya Aztec.

Dengan tidak adanya catatan tertulis, kata dia, para ilmuwan dapat menggunakan "petunjuk arsitektur dan langit untuk mempelajari ideologi peradaban kuno."

Ketua tim peneliti Belmonte percaya, bahwa penelitian timnya telah memberikan penerangan baru tentang kota kuno yang kurang dimengerti, 85 persen masih tetap belum tergali. Dia menyebut Petra sebagai salah satu "tempat yang paling istimewa di dunia," dan menambahkan, bahwa "tatanan ini adalah keajaiban besar seperti kemampuan manusia menciptakan dengan rasa keindahan yang berhubungan dengan langit."

(Christine dell'Amore) http://nationalgeographic.co.id/

Selasa, 18 Maret 2014

10 Fakta yang Belum Dipaparkan tentang Misteri hilangnya MH370


Penerbangan yang mengakut 239 penumpang dan awak pesawat itu sama sekali tidak meninggalkan jejak sebelum menghilang sepenuhnya.

11 hari sudah pesawat Boeing 777-200 Malaysia Airlines MH370 menghilang. Bak ditelan bumi, pesawat itu belum juga ditemukan meski segala upaya yang melibatkan banyak pihak, negara, serta menggunakan berbagai peralatan canggih telah dilakukan.

Penerbangan yang mengakut 239 penumpang dan awak pesawat itu sama sekali tidak meninggalkan jejak sebelum menghilang sepenuhnya. Dikutip dari Wonderfulengineering.com, di antara semua misteri, ada beberapa hal fakta yang belum diketahui publik. Berikut kesepuluh fakta tersebut.

1 . Beberapa Penumpang Tidak Jadi Naik ke Pesawat

Pemerintah Malaysia saat ini sedang menyelidiki fakta lima penumpang yang telah memesan tiket tidak jadi naik ke pesawat. Mereka memang telah check in sebelum penerbangan, namun tak pernah naik ke pesawat. Bagasi mereka telah diambil sebelum penerbangan.

2 . Lima Hari Lamanya Tim Pencari Salah Posisi

Pesawat itu terakhir terlacak di Selat Malaka antara Pantai Indonesia dan Malaysia. Pesawat berbalik dekat Vietnam, ketika itu pemancar sinyal dari pesawat berhenti. Pesawat lalu berbelok ratusan mil jauhnya dari jalur penerbangan aslinya. Tim pencari telah mencari tempat di mana pemancar sinyal pesawat itu berhenti bekerja, bukan di dekat Selat Malaka.

3 . Pesawat Punya Black Box 'Super'

Disebut super karena semua pesawat Komersil Boeing 777 dilengkapi black box yang terbukti tahan atas ledakan. Selain itu, selama tiga puluh hari, black box tersebut mampu mengirimkan data lokasi di mana pesawat berada. Disebutkan, kotak hitam di tiap Boeing 777 memang dirancang untuk menahan setiap ledakan dari pesawat itu sendiri. Pada black box tersebut terdapat rekaman digital dari percakapan di kokpit, rincian data penerbangan, serta data soal kondisi di sekitar pesawat saat mengudara.

Mengapa para tim pencari kesulitan menemukan pesawat adalah karena mereka tidak bisa mendapatkan sinyal dari kotak hitam tersebut. Biasanya, dengan mengikuti alur arah sinyal yang dipancar dari kotak hitam, akan mengarahkan tim pencari ke lokasi pesawat. Tidak adanya sinyal apapun dari kotak hitam, mengindikasikan perangkat yang tahan ledakan tersebut telah dinonaktifkan.

4 . Hingga Kini Ponsel Penumpang Masih Berdering

Banyak keluarga dan kerabat dari sebanyak 239 awak dan penumpang MH370 berusaha menghubungi lewat ponsel sejak sabtu silam. Mereka tetap mendengar telepon berdering, tapi tidak ada yang menjawab.

5 . Sejumlah Bagian Pesawat Dibuat dari Bahan yang Mengapung di Air

Dalam kasus-kasus jatuhnya pesawat di laut, banyak bagian pesawat yang ditemukan mengambang di permukaan karena bagian itu memang dibuat dan dirancang dari bahan yang bisa mengapung. Hingga kini, tidak ada puing-puing yang ditemukan. Hal ini yang membingungkan tim pencari. Andai pesawat meledak di udara pun, kepingan pesawat akan jatuh dan lebih mudah terlihat .

6 . Titik Lokasi Hilangnya Pesawat Bukan Tidak Diketahui

Pengendali lalu lintas udara (air traffic control) memiliki pengalaman atas penanganan kecelakaan pesawat. Mereka memiliki data lokasi dari pesawat sesaat sebelum menghilang. Data lokasi, elevasi, dan kecepatan udara, semuanya diketahui dan dapat digunakan untuk menemukan di mana pesawat jatuh bila memang terjadi ledakan. Meski semua data dimiliki, para pihak dan pejabat terkait belum bisa menemukan pesawat yang hilang.

7 . Jika Ada Pembajakan, Pesawat Tidak Akan Seolah Hilang Ditelan Bumi

Banyak pihak percaya ada pembajakan pada kasus hilangnya pesawat MH370. Tetapi, jika sebuah pesawat yang dibajak, seharusnya pesawat masih bisa terlacak oleh radar. Bahkan jika para pembajak menonaktifkan transponder di dalam pesawat, menara kontrol di darat (ground control) masih bisa secara mudah menemukan di mana pesawat berada dengan menggunakan radar 'pasif' radar yang akan mengirimkan sinyal dan mengukur refleksi (Efek Doppler) untuk menemukan di mana pesawat tersebut.

8 . Jika Pesawat Tertembak Rudal, Harusnya Muncul di Radar

Ada teori yang mengatakan pesawat komersial tersebut ditembak jatuh oleh rudal. Yang jadi pertanyaan atas dugaan ini adalah puing-puing yang dihasilkan dari serangan rudal akan secara terdeteksi oleh radar kapal angkatan laut dan otoritas lalu lintas udara. Satu-satunya cara agar serangan rudal itu tak akan terdeteksi adalah jika ledakan dari misil atau rudal tersebut mampu membuat pesawat menjadi potongan-potongan yang sangat kecil. Tidak ada rudal yang dikenal dengan kemampuan se-destruktif seperti itu.

9 . Pesawat Berbelok dari Rute Asli dan Terlacak Radar Militer Beberapa Jam kemudian

Sebuah data terbaru menunjukkan, pesawat mengubah arah dari rute awal. Pesawat diketahui berbelok tajam dan mengarah ke Kepulauan Andaman. Hal ini dikonfirmasi pihak militer Malaysia. Disebutkan, pesawat lepas landas pukul 12.21 dini hari, Sabtu (8/3/2014). dari Kuala Lumpur International Airport. Titik terakhir pesawat berhubungan dengan traffic control pukul 1.21 dini hari di atas laut China Selatan yang tersambung dengan Teluk Thailand. Radar militer Malaysia mendeteksi pesawat berada di barat laut Pulau Penang pukul 2.15 am.

10 . Pesawat Bisa Terbang Sejauh India Atau Pakistan

Bukti baru menunjukkan bahwa pesawat terus terbang selama 5 jam setelah itu kehilangan kontak dengan kontrol lalu lintas udara. Dengan waktu terbang pesawat 5 jam, pesawat bisa saja terbang hingga India atau daerah perbatasan Pakistan.

(Uber Geek/Wonderfulengineering/Tribunnews.com)

http://nationalgeographic.co.id/berita/2014/03/sepuluh-fakta-yang-belum-dipaparkan-tentang-misteri-mh370

Tiga Bukti Pesawat Malaysia Airlines Dibajak

Ada tiga bukti yang menegaskan pesawat Malaysia Airlines MH370 telah diambilalih seseorang yang mengetahui benar bagaimana menerbangkannya.

Pesawat Malaysia Airlines yang hilang masih menyimpan misteri. Upaya pencarian terus dilakukan oleh Pemerintah Malaysia yang didukung oleh sejumlah negara, termasuk Indonesia. Para pakar keamanan penerbangan turut sibuk mengumpulkan bukti dan fakta untuk menguak tabir misteri itu. Menurut mereka, setidaknya ada tiga bukti yang menegaskan pesawat Malaysia Airlines MH370 telah diambilalih seseorang yang mengetahui benar bagaimana menjalankan pesawat ini.

1. Transponder

Transponder atau sistem sinyal yang mengidentifikasi keberadaan pesawat ke radar dimatikan satu jam setelah lepas landas. Untuk mematikannya, seseorang di kokpit mesti mengaktifkan tombol dengan beberapa pilihan sampai tombol "off" dan "down" ditekan secara bersamaan, kata John Goglia, mantan anggota Badan Keselamatan Transportasi AS (NTSB). Ini wajib diketahui pilot, lanjutnya, tetapi bisa juga dipelajari seseorang dari internet.

2. ACARS

Aircraft Communications Addressing and Reporting System (ACARS) milik pesawat dengan nomor penerbangan MH370 ini juga dimatikan. Sistem untuk mengirimkan pesan singkat via satelit atau radio VHF ke home base pesawat ini terdiri dari dua bagian. Bagian informasinya dimatikan, tetapi bagian transmisinya tidak.

Bagian informasi bisa dimatikan dengan menekan sakelar kokpit untuk digantikan layar komputer di mana opsi bisa dipilih dengan menggunakan keypad, kata Goglia yang juga ahli perawatan pesawat terbang.

Menurut John Goglia, hal ini juga wajib diketahui pilot, tapi juga bisa dipelajari awam, kata dia. Namun untuk mematikan bagian ACARS yang lain, orang harus pergi ke electronics bay (pusat kendali elektronik) yang berada di bawah kokpit. Kata Goglia, hal ini biasanya tak ingin diketahui pilot dan memang tak terjadi di pesawat yang lenyap ini.

Karena bagian ini tak dimatikan,maka pemancar ACARS terus mengirimkan tanda blip yang direkam satelit Inmarsat satu jam sekali selama empat sampai lima jam setelah transponder dimatikan.
Blip ini tak berisi pesan atau data, namun satelit bisa menyebutkan dari wilayah mana blip berasal dan setiap saat menyesuaikan sudut antenanya agar bisa menerima pesan jika ACARS mengirimkan blip-blip.

Para penyelidik kini mencoba menggunakan data dari satelit untuk mengidentifikasi dari wilayah mana blip terakhir kali dikirim.

3. Penerbangan terpandu


Indikasi ketiga adalah setelah transponder dimatikan dan radar sipil kehilangan jejak pesawat, radar militer Malaysia terus melacak pesawat begitu pesawat mengarah ke barat.

Pesawat kemudian terlacak dalam rute penerbangan yang sudah dikenal sepanjang Semenanjung Malaysia sampai beberapa ratus kilometer dari pantai hingga di luar jangkauan radar militer.
Pesawat penumpang biasanya terbang dari satu waypoint (koordinat) ke waypoint lain agar bisa dipantau menara pengawas pesawat yang memandu pesawat-pesawat agar tak bertubrukkan.

Waypoint-waypoint ini adalah garis imajiner di langit. Untuk bisa mengikuti garis imajiner ini seseorang harus memandu pesawat, kata Goglia.

Goglia ragu MH370 telah terbang serampangan ketika dalam jangkauan radar militer, termasuk saat melakukan manuver curam sampai ke ketinggian ekstrem, lalu tiba-tiba turun tajam.
Tanpa sinyal transponder, kemampuan lacak pesawat tak bisa diandalkan pada ketinggian ekstrem atau ketika terjadi pembelokan mendadak dari ketinggiannya.

(Agus Prijono, Sumber: The New Strait Times, Antara)

http://nationalgeographic.co.id/berita/2014/03/pakar-keamanan-penerbangan-tiga-bukti-pesawat-itu-dibajak

Cara Pakar Menduga Lokasi Pesawat Malaysia Airlines yang Hilang

Cara ahli penerbangan Menduga Lokasi Pesawat Malaysia Airlines yang HilangCara Pakar Menduga Lokasi Pesawat Malaysia Airlines yang Hilang


Dengan adanya transponder itulah, pengendali lalu lintas udara di darat bisa memastikan pesawat terbang ke arah yang benar sesuai rutenya.

Pencarian pesawat Malaysia Airlines MH370 memasuki babak baru. Area pencarian diperluas, dan 25 negara dimintai bantuan.

Perkembangan terakhir sejak konferensi pers pada Sabtu (15/3) oleh Perdana Menteri Malaysia Najib Razak menunjukkan bahwa pencarian difokuskan ke wilayah sekitar Samudra Hindia.

Ada dua koridor pencarian. Koridor utara adalah wilayah yang membentang dari Turkmenistan dan Kazakhstan. Koridor selatan mencakup wilayah Indonesia dan bagian selatan Samudra Hindia.

Bagaimana sebenarnya para pakar membuat dugaan sehingga mampu menetapkan lokasi pencarian MH370 yang hilang?

Cara ahli penerbangan Menduga Lokasi Pesawat Malaysia Airlines yang Hilang



Celah komunikasi satelit


Tim Farrar, konsultan komunikasi satelit di Telecom, Media and Finance Associates, menulis penjelasan sederhana di The Malaysian Insider pada Minggu (16/3/2014).

Farrar menjelaskan, ada dua cara agar keberadaan pesawat bisa diketahui, yakni dengan sinyal radar dan "ping" dari satelit. Kedua sistem itu memiliki perbedaan.

Di pesawat terdapat radar sekunder atau transponder yang berguna untuk mengirimkan lokasi, ketinggian, kecepatan, dan arah gerak pesawat ke pengendali lalu lintas udara di darat.

Dengan adanya transponder itulah, pengendali lalu lintas udara di darat bisa memastikan pesawat terbang ke arah yang benar sesuai rutenya.

Radar yang akan mendeteksi pesawat tidak hanya radar sipil, tetapi juga radar militer yang punya kemampuan lebih tinggi.

Di pesawat juga terdapat Aircraft Communications Addressing and Reporting System (ACARS). Alat ini merupakan sistem yang mengirim banyak data ke pihak maskapai, pembuat pesawat, dan lainnya.

Dalam kasus hilangnya Malaysia Airlines, baik transponder, maupun ACARS, dimatikan. Oleh karenanya, pesawat hilang dari radar sipil.

ACARS diduga dimatikan sesaat setelah pesawat lepas landas. Sementara itu, radar sekunder dimatikan sekitar 45 menit setelah lepas landas.

Upaya menonaktifkan dua alat itu tak mudah. Oleh sebab itu, ada dugaan bahwa orang yang melakukannya memang sudah sangat mengetahui seluk beluk pesawat.

Saat dua alat tersebut dimatikan, saat itu pulalah muncul laporan hilang kontak dengan MH370, yakni pada Sabtu (8/3) dini hari sekitar pukul 01.30 waktu Malaysia.

Namun, matinya ACARS dan transponder tak lantas membuat MH370 tidak bisa dilacak. Pukul 02.40 waktu Malaysia pada hari yang sama, radar militer Malaysia mendeteksi keberadaannya.

Menurut radar militer, MH370 bergerak ke arah barat, menuju selat Malaka atau sebelah timur wilayah Aceh, Indonesia.

Dari wilayah tersebut, MH370 terus bergerak ke wilayah laut Andaman, mulai dari selatan Phuket, Thailand, hingga ke tengah perairan tersebut.

Karena terbaca radar militer itulah, muncul dugaan bahwa MH370 terbang ke wilayah Samudra Hindia.

Perkembangan selanjutnya, karena pesawat terus bergerak menjauhi wilayah Malaysia, akhirnya pergerakan pesawat tak bisa terbaca radar militer negara itu. Namun, bukan berarti tak ada celah.

Ada yang perlu diketahui tentang ACARS. Farrar mengungkapkan, ACARS bisa diumpamakan seperti Twitter.

Pertama, seperti Twitter, ACARS juga memiliki pilihan jalur sehingga pengguna bisa memanfaatkannya.

Twitter bisa digunakan lewat koneksi broadband atau WiFi di rumah, atau bisa juga menggunakan koneksi data seluler dalam perjalanan.

ACARS juga punya pilihan penggunaan. Selama pesawat berada di atas daratan, sinyal ACARS dikirim lewat VHF. Bila di atas lautan, maka sinyal memanfaatkan satelit komunikasi (Satcom).

ACARS juga seperti Twitter karena penggunanya bisa "sign out" atau dinonaktifkan. Dengan demikian, pengguna tak akan mampu mengirim atau menerima pesan.

Namun, seperti ketika menggunakan Twitter, "sign out" tak berarti pengguna terputus dengan penyedia layanan seluler.

Bila ACARS dinonaktifkan, tak berarti bahwa hubungan antara terminal satelit di pesawat dan satelit komunikasi kemudian terputus.

Satelit komunikasi masih bisa mengirim "permintaan" untuk memastikan bahwa pesawat masih bisa dijangkau. Respons "permintaan" itulah yang dimaksud dengan "ping".

MH370 terhubung dengan jaringan satelit Inmarsat, sebuah perusahaan satelit komunikasi di Inggris.

Data "ping" dari Inmarsat itulah yang membantu para investigator menentukan kemungkinan lokasi MH370.

Penentuan dua koridor


Arsitektur jaringan terbaru yang dikembangkan Inmarsat dinamakan Inmarsat 4. Ini bisa diibaratkan dengan jaringan LTE pada komunikasi seluler, yang sebenarnya sangat ampuh.

Dalam pengembangan sistem itu, Inmarsat mengenalkan layanan yang lebih mumpuni pada tahun 2010. Layanan itu diberi nama SwiftBroadband.

Bila menggunakan jaringan generasi itu, maka detail posisi pesawat, ketinggian, dan kecepatan bisa diketahui dari "ping" yang dikirim.

Sayangnya, MH370 belum menggunakan jaringan itu. Pesawat tersebut masih menggunakan jaringan yang lebih tua, setara dengan jaringan 3G untuk komunikasi seluler.

Pada pesawat, perangkat yang terpasang masih Swift64 sehingga data seperti kecepatan dan lokasi pesawat tak bisa diketahui. Jadi, lokasi harus diperkirakan.

Sejumlah "ping" diterima oleh satelit hingga 7,5 jam setelah MH370 lepas landas, atau terakhir pada Minggu (9/3/2014).

Dari sana, investigator bisa memperkirakan lokasi relatif pesawat terhadap satelit Inmarsat3F1 yang di Samudra Hindia terletak di 64 derajat Bujur Timur.

Swift64 mengandalkan apa yang disebut dengan global beam untuk menerima "ping".

Jarak terhadap satelit bisa diperkirakan dengan melihat kekuatan sinyal yang dikirimkan serta waktu tempuh sinyal.

Sebuah kalkulasi dengan memperhitungkan posisi terakhir pesawat, kecepatan, ketersediaan bahan bakar, kemudian dilakukan.

Dengan demikian, dua koridor pencarian kemudian diperoleh, di utara dan selatan, yakni Turkmenistan ke Kazakhstan serta Indonesia hingga sebelah selatan Samudra Hindia.

Koridor pencarian tecermin dalam garis putus-putus berwarna hijau yang tersaji pada gambar di atas.

(Yunanto Wiji Utomo/Kompas.com)

http://nationalgeographic.co.id/berita/2014/03/begini-cara-pakar-menduga-lokasi-pesawat-malaysia-airlines-yang-hilang-itu

Minggu, 16 Maret 2014

6 Efek Negatif Rokok Pada Rambut dan Kulit, Masih Mau Merokok?

Merokok masih menjadi kebiasaan dan trend bagi masyarakat perkotaan saat ini, khususnya remaja dan usia dewasa. Padahal selain merusak jantung dan paru-paru, merokok juga dapat memberikan pengaruh buruk bagi rambut dan kulit.



Sri Balaji Action Medical Institute dibantu dengan konsultan senior dermatologi, dr Nipun Jain, meneliti bagaimana kebiasaan merokok dapat mempengaruhi penampilan seseorang.

"Merokok dapat merusak rambut dan kulit, serta membuat seseorang terlihat jauh lebih tua. Hal ini disebabkan oleh nikotin dan bahan kimia lainnya masuk ke pembuluh arteri dan menyumbat aliran oksigen serta nutrisi penting ke seluruh tubuh," imbuh dr Jain.

Berikut 6 efek negatif rokok bagi kesehatan rambut dan kulit, seperti dilansir dari Times of India, Jumat (24/5/2013):


1. Kulit kendur dan keriput
Bahan kimia yang dilepaskan dari asap tembakau memicu perusakan kolagen dan elastin. Hal ini menyebabkan kulit kendur dan keriput yang sangat jelas.

2. Garis di sekitar bibir
Saat menghisap rokok, otot-otot tertentu di sekitar bibir digunakan dengan cara yang dapat menyebabkan keripu. Ini juga dapat menyebabkan hilangnya elastisitas kulit di sekitar bibir.

3. Bintik-bintik di wajah
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa perokok lebih rentan terhadap bintik-bintik pada wajah. Bintik-bintik ini berupa bercak warna kulit lebih gelap yang terdapat pada wajah dan tangan.

4. Perubahan warna kulit
Perubahan ini disebut juga 'stained finger'. Merokok berlebihan menyebabkan perubahan warna pada kulit, kuku, dan gigi.

5. Rambut rontok
Merokok dapat mempercepat proses penipisan rambut, tidak hanya pada laki-laki maupun juga perempuan. Merokok juga menyumbat arteri yang mengurangi aliran nutrisi bagi tubuh, termasuk ke kepala.

6. Mata keriput
Asap yang berasal dari pembakaran rokok berhubungan dengan munculnya keriput di sekitar mata. Menghirup asap rokok juga dapat merusak struktur kulit dan pembuluh darah di sekitar mata. Perusakan ini disebabkan oleh bahan kimia berbahaya yang dihasilkan oleh rokok.