Senin, 26 Mei 2014

Tren Memilih Cincin Pernikahan



Harga Cincin Kawin Emas Putih – Sepasang cincin kawin sering kali menjadi sebuah simbol untuk mengikat dua insan yang berbeda menjadi satu dalam, mengikat betapa pentingnya cincin kawin sebagai simbol ikatan pernikahan mereka, maka kini Tak ayal jika kini pun banyak model cincin pernikahan yang bisa dipilih para calon pengantin saat menjalani hari bahagia.

Oleh karena itu untuk anda yang berencana membeli sebuah cincin kawin disarankan berdiskusi dengan pasangan anda dalam menentukan model dan bahan apa yang akan digunakan nantinya, karena cincin kawin ini akan anda kenakan sekali dalam seumur hidup anda.

Sebagai bahan pertimbangan dalam membuat cincin kawin,  Emas, silver atau malahan platinum merupakan pilihan yang menarik. Sebagai acuan, cincin pernikahan bisa disesuaikan dengan aksesori lainnya yang sering dipergunakan tiap harinya. Apakah gelang ataupun jam tangan Anda lebih banyak bernuansa silver atau emas.

Pilihan emas kuning sangat banyak diminati bagi pasangan konservatif yang masih mengusung nilai-nilai tradisional. Simbol ini merefleksikan kehangatan dan cinta bahtera pernikahan.
Namun kini Tren juga tengah merambah emas putih sebagai pilihan cincin pernikahan. Perpaduan kombinasi silver dan platinum membuat harga cincin kawin emas putih relatif lebih terjangkau ketimbang platinum itu sendiri.

Logam metal yang paling keras seperti platinum juga bisa dipertimbangkan untuk dijadikan cincin pernikahan. Harga cincin kawin emas putih ini sudah pasti memiliki kisaran harga yang tak sedikit dan tentunya Anda diharuskan membayar lebih mahal ketimbang dua jenis lainnya.

Minggu, 25 Mei 2014

Beberapa Hal Yang Wajib Diketahui Sebelum Menikah

Sebelum memutuskan menikah, Anda dan pasangan dianjurkan untuk mendiskusikan segala hal bersama. Cara ini bertujuan mengantisipasi kejadian-kejadian yang bisa mengguncang hubungan pernikahan di masa mendatang.
Perkawinan merupakan kerja keras. Namun di sisi lain, perkawinan juga mampu membuat beban hidup menjadi lebih ringan. Karena itu, Anda dan pasangan harus mencapai kesepakatan tentang semua problem yang terjadi di masa pacaran. berikut hal-hal yang harus diketahui dahulu sebelum menikah :

Agama
Hal ini tidak hanya penting untuk membuat nyaman pasangan, tetapi juga untuk menjabarkan nilai-nilai yang akan Anda berdua aplikasikan dalam rumah tangga. Jika Anda belum yakin pada satu memilih agama, apakah Anda merasa nyaman dengan pasangan yang sangat religius? Jika begitu, bagaimana dengan pilihan agama buah hati? Hal ini menjadi lebih penting ketika keluarga ikut campur dalam hal latar belakang agama.


Kebiasaan belanja
Punya persamaan dalam hal gaya hidup dan cara membelanjakan uang juga penting didiskusikan. Menikahi seseorang yang terlalu pelit mengeluarkan uang rasanya bukan ide baik. Bayangkan ketika kalian menghabiskan liburan seminggu di Bali, sementara pasangan terus cemberut. Jadi, diskusikan soal ini. Ajukan berbagai pertanyaan, seperti bagaimana nanti membelanjakan uang, misalnya apakah akan ada kebiasaan makan di luar, liburan, dan sebagainya.

Uang
Apakah Anda berdua memilih membuka rekening bersama atau lebih suka mengelola uang masing-masing? Berapa persen dari penghasilan Anda untuk untuk biaya rumah tangga? Cari jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut. Uang, jika tidak ditangani hati-hati, bisa memicu konflik. Jadi, mendiskusikan hal ini secara rinci bisa menjadi jalan keluar.

Karier
Apakah pasangan Anda mendukung keinginan Anda untuk mengembangkan karier, seberapa jauh Anda mendorong karier suami Anda? Tidak semua pria bisa memahami wanita yang ingin mencapai puncak karier. Karena itu, beritahu pasangan seberapa penting karier bagi Anda. Diskusikan hal ini sampai masing-masing menerima. Jangan sampai kelak jadi persoalan.

Ruang privasi
Setiap hubungan memiliki batas-batas tertentu. Seberapa sering Anda mentoleransi kebiasaan suami? Misalnya, kumpul dengan teman-temannya setiap minggu. Tingkah laku dan kebiasaan pasangan bisa berdampak pada hubungan. Jika ada sesuatu yang Anda harapkan secara khusus dari dia, bicarakanlah sekarang.

Jangan Tidur Setelah Sahur

Makan disaat waktu sahur sangat penting bagi tubuh. Oleh karena itu, makanlah secukupnya dan lebih baik mendekati imsyak.

Tidur setelah sahur memang tidak haram tetapi banyak ulama berpendapat bahwa tidur setelah makan sahur sebaiknya tidak di lakukan. Nabi Muhammad SAW telah memberikan tuntunan bahwa makan sahur jangan ditinggalkan dan dianjurkan untuk diakhirkan waktunya jadi sampai menjelang subuh atau waktu imsyak.

Rasulullah SAW tidak langsung tidur setelah makan. Beliau beraktivitas terlebih dahulu supaya makanan yang dikonsumsi masuk lambung dengan cepat dan baik sehingga mudah dicerna. Caranya bisa juga dengan shalat.

Rasulullah SAW bersabda,"Cairkan makanan kalian dengan berdzikir kepada Allah SWT dan shalat, serta janganlah kalian langsung tidur setelah makan, karena dapat me
mbuat hati kalian menjadi keras."(HR Abu Nu'aim dari Aisyah r.a.).

Dari sisi ilmu gizi dan kesehatan, tidur setelah makan sangat tidak dianjurkan bahkan dalam kategori dilarang karena dampak buruknya sangat banyak antara lain Menurut Pramono, ahli gizi dari RSUD Ulin Banjarmasin perut akan jadi buncit karena saat tidur tubuh jadi hemat energy dan secara otomatis lemak akan mudah tertimbun di perut kita.

Akan terjadi refluks, karena makanan belum dicerna maka bisa berbalik dari lambung ke kerongkongan (atau biasa disebut refluks) karena pengaruh gravitasi akibat kita tidur. Jika terjadi refluks maka asam lambung akan naik dan melukai kerongkongan. Karena mengalami luka, kerongkongan akan terasa panas seperti terbakar, dan mulut pun terasa pahit.

Tidur sehabis sahur juga bisa mengakibatkan gangguan pencernaan. Normalnya isi lambung/maag akan kosong kembali sekitar dua jam setelah kita makan, tapi kalau posisi tubuh kita berada pada posisi baring, maka proses pengosongan lambung/maag akan terhambat/terlambat. Hal ini akan mengakibatkan timbulnya gangguan pencernaan seperti mencret atau sembelit tergantung bahan makanan yang kita makan.

Meningkatnya risiko terkena stroke karena berdasarkan penelitian ditemukan bahwa orang yang memiliki jeda paling lama antara makan dan tidur mempunyai risiko terendah untuk mengalami stroke.

"Jika seandainya kita masih ingin tidur setelah makan sahur, sebaiknya diatur saja minimal 2 jam setelah makan sahur baru tidur," saran Pramono seperti dituliskannya di grup facebook Gerakan Sadar Gizi.

Selasa, 13 Mei 2014

Perolehan Kursi Pemilu 2014

TRIBUNNEWS.COM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan perolehan suara partai politik (parpol) pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2014, Jumat (9/5/2014) lalu. Berdasarkan perhitungan atas data resmi KPU, Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan mendapat 109 kursi yang tersebar di 30 provinsi.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan perolehan suara partai politik (parpol) pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2014, Jumat (9/5/2014) lalu. Berdasarkan perhitungan atas data resmi KPU, Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan mendapat 109 kursi yang tersebar di 30 provinsi.
Sementara itu, 451 kursi lainnya menjadi milik sembilan partai politik yang lolos ambang batas parlemen, yaitu Partai Nasdem (35 kursi); Partai Kebangkitan Bangsa (47 kursi); Partai Keadilan Sejahtera (40 kursi); Partai Golkar (91 kursi); Partai Gerindra (73 kursi); Partai Demokrat (61 kursi); Partai Amanat Nasional (49 kursi); Partai Persatuan Pembangunan (39 kursi); dan Partai Hanura (16 kursi).

Sebaran kursinya adalah sebagai berikut:
1. Aceh
Nasdem (2 kursi); PKB (1 kursi); PKS (1 kursi); PDI Perjuangan (1 kursi); Golkar (2 kursi); Gerindra (2 kursi); Demokrat (2 kursi); PAN (1 kursi); dan PPP (1 kursi)

2. Sumatera Utara
Nasdem (3 kursi); PKB (1 kursi); PKS (3 kursi); PDI Perjuangan (4 kursi); Golkar (4 kursi); Gerindra (4 kursi); Demokrat (3 kursi); PAN (3 kursi); PPP (2 kursi); dan Hanura (3 kursi)

3. Sumatera Barat
Nasdem (1 kursi); PKS (2 kursi); PDI Perjuangan (2 kursi); Golkar (2 kursi); Gerindra (2 kursi); Demokrat (2 kursi); PAN (1 kursi); dan PPP (2 kursi)

4. Riau
PKB (1 kursi); PKS (1 kursi); PDI Perjuangan (2 kursi); Golkar (2 kursi); Gerindra (2 kursi); Demokrat (2 kursi); PAN (1 kursi)

5. Jambi
PKB (1 kursi); PDI Perjuangan (1 kursi); Golkar (1 kursi); Gerindra (1 kursi); Demokrat (1 kursi); PAN (1 kursi); PPP (1 kursi)

6. Sumatera Selatan
Nasdem (1 kursi); PKB (1 kursi); PKS (2 kursi); PDI Perjuangan (3 kursi); Golkar (3 kursi); Gerindra (2 kursi); Demokrat (2 kursi); PAN (2 kursi); Hanura (1 kursi)

7. Bengkulu
Nasdem (1 kursi); PDI Perjuangan (1 kursi); Gerindra (1 kursi); PAN (1 kursi)

8. Lampung
Nasdem (1 kursi); PKB (2 kursi); PKS (2 kursi); PDI Perjuangan (4 kursi); Golkar (2 kursi); Gerindra (2 kursi); Demokrat (2 kursi); PAN (2 kursi); Hanura (1 kursi)

9. Bangka Belitung
PDI Perjuangan (1 kursi); Golkar (1 kursi); Demokrat (1 kursi)

10. Kepulauan Riau
Nasdem (1 kursi); PDI Perjuangan (1 kursi); PAN (1 kursi)

11. DKI Jakarta
Nasdem (1 kursi); PKS (3 kursi); PDI Perjuangan (6 kursi); Golkar (3 kursi); Gerindra (3 kursi); Demokrat (2 kursi); PPP (3 kursi)

12. Jawa Barat
Nasdem (1 kursi); PKB (7 kursi); PKS (11 kursi); PDI Perjuangan (18 kursi); Golkar (17 kursi); Gerindra (10 kursi); Demokrat (9 kursi); PAN (7 kursi); PPP (7 kursi); Hanura (4 kursi)

13. Jawa Tengah
Nasdem (5 kursi); PKB (10 kursi); PKS (4 kursi); PDI Perjuangan (18 kursi); Golkar (11 kursi); Gerindra (10 kursi); Demokrat (4 kursi); PAN (8 kursi); PPP (7 kursi)

14. Daerah Istimewa Yogyakarta
PKB (1 kursi); PKS (1 kursi); PDI Perjuangan (2 kursi); Golkar (1 kursi); Gerindra (1 kursi); Demokrat (1 kursi); PAN (1 kursi)

15. Jawa Timur
Nasdem (7 kursi); PKB (15 kursi); PKS (2 kursi); PDI Perjuangan (17 kursi); Golkar (11 kursi); Gerindra (11 kursi); Demokrat (11 kursi); PAN (7 kursi); PPP (4 kursi); Hanura (2 kursi)

16. Banten
Nasdem (1 kursi); PKB (1 kursi); PKS (2 kursi); PDI Perjuangan (4 kursi); Golkar (3 kursi); Gerindra (3 kursi); Demokrat (2 kursi); PAN (2 kursi); PPP (3 kursi); Hanura (1 kursi)

17. Bali
PDI Perjuangan (4 kursi); Golkar (2 kursi); Gerindra (1 kursi); Demokrat (2 kursi)

18. Nusa Tenggara Barat
Semua parpol yang lolos PT dapat 1 kursi

19. Nusa Tenggara Timur
Nasdem (2 kursi); PDI Perjuangan (2 kursi); Golkar (3 kursi); Gerindra (2 kursi); Demokrat (2 kursi); PAN (1 kursi); Hanura 1 kursi

20. Kalimantan Barat
Nasdem (1 kursi); PKB (1 kursi); PDI Perjuangan (3 kursi); Golkar (1 kursi); Gerindra (1 kursi); Demokrat (1 kursi); PAN (1 kursi); PPP (1 kursi)

21. Kalimantan Tengah
Nasdem (1 kursi); PDI Perjuangan (2 kursi); Golkar(1 kursi); Gerindra (1 kursi); PAN (1 kursi)

22. Kalimantan Selatan
PKB (2 kursi); PKS (1 kursi); PDI Perjuangan (1 kursi); Golkar (3 kursi); Gerindra (2 kursi); PPP ( 2 kursi)

23. Kalimantan Timur
Nasdem (1 kursi); PKS (1 kursi); PDI Perjuangan (1 kursi); Golkar (2 kursi); Gerindra (1 kursi); Demokrat (1 kursi); PPP (1 kursi)

24. Sulawesi Utara
PDI Perjuangan (2 kursi); Golkar (1 kursi); Gerindra (1 kursi); Demokrat (1 kursi); PAN (1 kursi)

25. Sulawesi Tengah
Nasdem (1 kursi); PDI Perjuangan (1 kursi); Golkar(1 kursi)

26. Sulawesi Selatan
Nasdem (2 kursi); PKS (2 kursi); PDI Perjuangan (2 kursi); Golkar (5 kursi); Gerindra (3 kursi); Demokrat (3 kursi); PAN (3 kursi); PPP (3 kursi); Hanura (1 kursi)

27. Sulawesi Tenggara
Golkar, Gerindra, Demokrat, PAN, PPP masing-masing 1 kursi.

28. Gorontalo
Golkar (2 kursi); Gerindra (1 kursi)

29. Sulawesi Barat
Golkar, Gerindra, Demokrat masing-masing 1 kursi.

30. Maluku
PKB, PDI Perjuangan, Golkar, Gerindra masing-masing 1 kursi.

31. Maluku Utara
PDI Perjuangan, Golkar, PAN masing-masing 1 kursi.

32. Papua
Nasdem (1 kursi); PKB (1 kursi); PKS (1 kursi); PDI Perjuangan (2 kursi); Golkar (1 kursi); Gerindra (1 kursi); Demokrat (2 kursi); PAN (1 kursi)